Tampilkan postingan dengan label lady gaga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lady gaga. Tampilkan semua postingan

17.6.15

"Merubah" Ciptaan Allah

Flash Back
Sumpah dan tekad Iblis laknatullah ketika diusir oleh Allah ta'ala, Rab alam semesta:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ( ) إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Iblis berkata: "Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya (keturunan Adam a.s.), kecuali para hamba-Mu yang mukhlish di antara mereka." (QS Shad 82-83)

Salah satu di antara misi besar Iblis untuk "menyesatkan" manusia adalah memerintahkan mereka untuk mengubah ciptaan-Nya,

وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ

dan akan aku suruh (inspirasikan) mereka (untuk mengubah ciptaan Allah)”
"...dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya[351], dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya[352]." Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS An-Nisa 119)

Tatoo...

Mencukur/Memotong Bulu Alis...

Operasi Plastik & Pemakaian Silicon untuk Terlihat Cantik..?


Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,
لَعَنَ اللَّهُ الوَاشِمَاتِ وَالمُوتَشِمَاتِ، وَالمُتَنَمِّصَاتِ وَالمُتَفَلِّجَاتِ، لِلْحُسْنِ المُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللَّهِ

Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya).
Makna Al-Mutanamishah
  • Al-Mutanamishah adalah para wanita yang minta dicukur bulu di wajahnya. Sedangkan wanita yang menjadi tukang cukurnya namanya An-Namishah. (Syarh Muslim An-Nawawi, 14/106)
  • An-Nawawi juga menegaskan, bahwa larangan dalam hadis ini tertuju untuk bulu alis (Sharh Shahih Muslim, 14/106)
  • Ibnul Atsir mengatakan, “An-Namsh adalah menipiskan bulu alis untuk tujuan kecantikan…
  • Ibnul Allan mengatakan dalam Syarh Riyadhus Shalihin, “An-Namishah adalah wanita yang mencukur bulu alis wanita lain atau menipiskannya agar kelihatan lebih cantik. Sedangkan Al-Mutanamishah adalah wanita yang menyuruh orang lain untuk mencukur bulu alisnya.” (Dalil al-Falihin, 8:482).

Sanggul? Konde?
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambutnya dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung." (HR Bukhari)

►Sebagian besar aktifitas 'Salon' Kecantikan?
"Hey.. lihatlah AKU!"

Wallahu a’lam 
CariTahu/Shabar/Syukur!

8.6.15

Hubungan Sihir dan Yahudi

DALAM hukum Islam, sihir termasuk dosa besar (al-kabair) yang diancam dengan siksa yang sangat pedih. Ia bahkan tergolong perbuatan kufur yang bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam.

Sejumlah ayat dan hadits menjelaskan tentang hukum perbuatan tersebut. Ketetapannya jelas, ia adalah terlarang, hukumnya haram, dan pelakunya diganjar dosa jika tetap mengerjakannya.

Dalam Al-Quran Allah berfirman,

Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (Kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah). Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir). Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Dan sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.” (Surah al-Baqarah [2]: 101-103).

Oleh Mufassir Syeikh Muhammad Ali ash-Shabuni, penjelasan ayat di atas diungkap dengan bahasa yang sangat indah ketika menerangkan kisah Nabi Sulaiman dan sihir. Sensasi lathaif at-tafsir (kehalusan tafsir) tersebut penulis kutip dari dari kitab Tafsir Ayat al-Ahkam Min Al-Qur’an (Cetakan Dar ash-Shabuni, Kairo: 2007, cetakan ke-1, halaman 52-54).

Berikut penjelasannya:

Pertama; Ayat di atas menceritakan perilaku busuk orang-orang Yahudi yang tidak pernah luput dari kejahatan dan niat yang buruk. Menurut ash-Shabuni, sihir belum dikenal kecuali muncul pertama kali dari kalangan orang Yahudi. Merekalah yang merusak akal manusia dan menjerumuskan ke jurang kebencian dan permusuhan. Olehnya sangat pantas jika orang-orang Yahudi digelari sebagai biang keburukan dan kejahatan di dunia ini.

Kedua; Ayat ini menggabungkan dua perkara sekaligus. Antara ancaman dan motivasi serta peringatan dan berita gembira. Hal itu tergambar ketika Allah menerangkan dua perilaku yang bertolak belakang. Orang Yahudi yang mencampakkan hukum-hukum Allah digambarkan dengan “nabadza fariqun min al-ladzina utu al-kitaba kitaballahi wara`a dzuhurihim”.

Sedang setelahnya Allah langsung menawarkan kebaikan dan pahala melipat bagi orang-orang beriman dan bertakwa. Allah berfirman, “wa lau annahum wattaqau lamatsubah min ‘indillahi khairun.”

Ketiga; Kalimat “an-nabdzu wara`a adz-dzuhr” dianggap oleh ash-Shabuni sebagai gambaran yang sangat pas terhadap kejahatan orang-orang Yahudi. Sebab hal itu bermakna mencampakkan kitab Allah ke belakang punggung-punggung mereka. Mereka tidak sekedar mengingkari al-Qur’an, namun juga berani melecehkan dan menghina al-Qur’an. Orang-orang Yahudi telah berpaling dari al-Qur’an dan lebih mempercayai omong kosong para tukang sihir pembual tersebut.

Keempat; Penyebutan kata “syaitan” dan “sihir” dalam ayat ini menunjukkan korelasi yang kuat di antara mereka. Bahwa perbuatan sihir tersebut tak bisa terlepas dari bantuan syaitan dan jin. Ironis, sebab tak sedikit manusia yang terpedaya dan percaya dengan klaim syaitan yang mengaku mengerti perkara-perkara ghaib.

Kelima; Ayat ini menggambarkan perbuatan sihir dengan kata “kufur”. Hal ini mengisyaratkan dampak besar dari perbuatan sihir. Seorang Muslim hendaknya berhati-hati dalam perkara sihir karena bisa menjerumuskan seseorang ke dalam jurang kekufuran dan syirik kepada Allah. Firman Allah, “innama nahnu fitnah fa la takfur” (sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir (karena mengerjakan sihir).

Keenam; Jika ada yang bertanya, apa maksud perkataan Nabi dalam haditsnya bahwa “Sesungguhnya keindahan bayan (bahasa) itu termasuk sihir”? Maka sejatinya yang dimaksud dalam perkatan tersebut bersifat majazi (bahasa kiasan). Terkadang dengan kemampuan menggubah bahasa yang indah, seorang penyair atau orator ulung sanggup “menyihir” orang-orang yang mendengarnya dengan ungkapan-ungkapan yang indah dan bahasa yang halus. Sebagaimana para penyihir sanggup membelokkan hati dan fikiran orang yang disihirnya.

Ketujuh; Jika ada yang bertanya, mengapa ada dua malaikat yang mengajarkan sihir kepada manusia, bukankah ia dosa dan sesuatu yang terlarang?

Jawabannya, mereka mengajari manusia tentang sihir bukan untuk dipercayai lalu diamalkan. Sebaliknya, orang boleh mempelajari sihir untuk mengetahi keburukan dan kejahatannya. Sikap selanjutnya, sihir harus dihindari bahkan diperangi atau dimusnahkan. Seorang penyair berkata, aku mengetahui keburukan bukan untuk (tujuan) yang buruk, tapi agar aku bisa menjauhinya. Dan sesiapa yang tak mengenali keburukan, dikhawatirkan justru akan terperosok ke dalam keburukan tersebut.*/Masykur Abu Jaulah

28.4.15

Anak INDIGO!

Orig.: http://mytrans.detik.com/video/2012/03/07/1/3/143/2699/misteri-di-balik-musibah-lumpur-lapindo



INDIGO (Indigo Children, Anak dari Mars...) bukanlah suatu "keistimewaan/kelebihan" seseorang tetapi bentuk penyimpangan manusia yang telah "meminta bantuan atau bekerjasama direct/indirect" dengan JIN, makhluk kasat mata, yang kemudian hanya akan menambah dosa dan kesalahan bagi manusia tersebut. ...tersesat dan tertipu!

|Anak Indigo sama halnya dengan dukun atau paranormal pada orang dewasa| yang biasanya mempunyai "keistimewaan" bisa melihat makhluk astral (jin), bisa menerawang atau meramal, bisa mengobati orang lain, bisa menjadi pintar, hebat atau bisa menguasai bahasa asing secara instant, kebal bacokan dst.

INDIGO = Manusia + JIN (alien, reptilian, ghost, spirit, roh leluhur, dewa, ufo...)

►Mengenal JIN:
http://kangarul.blogspot.com/2009/10/mengenal-jin-makhluk-cerdas-selain.html

Indigo bisa melihat makhluk astral (jin) berkat bantuan jin yang ada dalam tubuh Indigo tersebut.
"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia & pengikut-pengikutnya dapat melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS Al A'raaf: 27)
Indigo bisa "meramal" karena memang ada jin yang bisa "mencuri" berita-berita dari langit sesuatu yang akan terjadi di atas muka bumi, tapi biasanya para jin tersebut "membumbui" bocoran berita dari langit tersebut dengan berbagai kebohongan dan tipu daya.
Sesungguhnya Aku telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Aku telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang(nya), Aku menjaganya dari setiap syaitan yang terkutuk, kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.” (QS Al-Hijr: 16-18) Baca juga QS As-Shaffat: 6-10!

(Jin:) “Sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api, dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).” (QS Al-Jin: 8-9)

Apabila Allah menetapkan suatu ketetapan di langit maka para malaikat mengepakkan sayap mereka karena tunduk terhadap firman-Nya, seperti layaknya suara rantai yang digesek di atas batu. Setelah rasa takut itu dicabut dari hati para malaikat, mereka bertanya-tanya: ‘Apa yang telah difirmankan oleh Tuhan kalian?’ Malaikat yang mendengar menjawab, ‘Dia berfirman yang benar. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.’ Bisikan malaikat ini didengar oleh jin pencuri berita. Pencuri berita modusnya dengan ‘pundi-pundian’ (jin yang bawah menjadi penopang bagi jin yang di atasnya, bertingkat terus ke atas). Jin yang paling atas mendengar ucapan malaikat, kemudian disampaikan ke jin bawahnya, dan seterusnya, hingga jin yang paling bawah menyampaikannya kepada tukang sihir atau dukun. Terkadang mereka mendapat panah api sebelum dia sampaikan kepada dukun, dan terkadang berhasil disampaikan sebelum terkena panah api. Kemudian dicampur dengan 100 kedustaan. (sehingga ada 1 yang benar). Orang mengatakan, bukankah pak dukun telah mengatakan demikian dan dia benar? Akhirnya sang dukun dibenarkan dengan satu kalimat yang benar yang dicuri dari langit." (HR Bukhari)
Indigo bisa mengobati orang yang sakit karena dalam kasus-kasus tertentu, penyakit tertentu disebabkan oleh ulah jin yang ada dalam tubuh seseorang.
"Sesungguhnya setan (jenis jin) itu (bisa) mengalir dalam diri manusia pada aliran darahnya, …" (HR Bukhari)
Indigo bisa menjadi istimewa, pintar, hebat dan kadang bisa menguasai bahasa asing dengan instant serta dalam beberapa kasus seseorang bisa kebal senjata tajam, tiada lain hal-hal seperti itu dikarenakan adanya bantuan dan bisikan jin yang menguasai diri dan fikiran para indigo.

Data dan fakta dari video:
Titik awal "kerjasama" si Indigo adalah ketika sang Paman membawa sang Indigo yang waktu itu masih berumur 2,5 tahun (masih sangat kecil) untuk bersemedi/bertapa di pantai Laut Selatan (lihat di menit 23:45). Itulah awal "petaka" seseorang terjerumus dalam kerjasama terlarang yang hanya akan membawa pelakunya ke dalam banyak dosa dan kesalahan.
"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan' kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa & kesalahan". (QS Al Jin 6)
Makanan kesukaan jin bisa berupa wewangian bunga dan minyak, asap (dupa/kemenyan/rokok), kopi, daging (kepiting), darah dst. Dalam kasus video ini si Indigo mempunyai kebiasaan memakan bunga melati dan kopi mentah (lihat di menit 26:00). Serta dalam kasus-kasus yang sering kita lihat di masyarakat bahwa jenis-jenis makanan dan minuman yang sering disajikan buat jin dalam berbagai ritual tidak jauh berbeda dengan apa yang dimakan oleh si Indigo.

Ada hal yang menarik, ada penomena REPTILIAN dalam kasus indigo ini (perhatikan gerakan lidah pas pada saat mengucapkan kata "teman-teman" di menit 39:29). Di dunia barat penomena ini banyak terjadi di kalangan selebritis, entertaintment dan politikus (para pemegang kekuasaan) papan atas yang secara direct/indirect telah melakukan kerjasama (baca: kesurupan tingkat tinggi) dengan jin (barat mengatakan ALIEN: makhluk yang bersarang di tubuh seseorang) bisa dilihat dengan kebiasaan menjulurkan lidah seperti binatang reptil.

Jangan sampai tertipu!
Astaghfirullah... wallahu'alam!


►►►Semoga sdr Indigo yang ada dalam video ini mendapatkan pertolongan dari Allah ta'ala Zat yang telah menciptakan Malaikat, Jin dan Manusia untuk kembali ke jalan fitrah manusia yang benar dan juga semoga Allah ta'ala memberikan kebaikan yang banyak baginya. Amiin!

4.3.15

"Hey... Lihatlah AKU!"



"Lukisan tatto AKU bagus ya!"
"Kenapa pada ngelihatin AKU ya..?!"

Sst.. blog AKU nggak ada yang "lihat" ya!


7.10.12

(Musik) Dangdut Koplo & Lady Gaga Indonesia..!

Lebih berbahaya dibanding dengan Lady Gaga yang asli?

Diawali dengan munculnya aliran musik dangdut goyang ngebor ID asal Pasuruan (Jawa Timur) awal tahun 2000-an, kini pengaruh aliran musik ini telah meluas dan menular sampai ke berbagai pelosok di negeri yang mayoritas berpenduduk "muslim" ini. Dan banyak dari kita tidak berdaya dan terhipnotis dengan sihir ini.

Atas nama seni..!

(Astaghfirullah..!)
Para Lady Gaga Lokal dan pengikutnya sudah tidak peduli lagi dengan "penonton"

Sesungguhnya akan ada beberapa kaum dari ummatku akan menghalalkan zina, kain sutra, minuman keras (khamer), dan musik“. (HR Bukhari dalam Kitab Al-Asyribah (5590))


Next: Musik adalah salah satu media yang sering dipakai syetan untuk memalingkan, melalaikan dan menipu manusia, terutama kaum muda?

"X-way...
X adalah eks adalah cross adalah X
...memang ampuh!"
(Kanan atas) Acara ngabuburit menjelang buka puasa di G*****TV.
Dari Da'i menjadi D'AI di...
Full di waktu maghrib dan isya 2013/2014,
program acara pencarian bakat D'AI: "Dangdut Academy Indosiar"


5.6.12

Falsafah RATU Syaitan

Lady Gaga
Intisari ajaran Islam ialah kalimat Tauhid لا إله إلا الله . Kalimat ini berlandaskan kepada dua rukun: kalimat an-nafyu (penafian) dan kalimat al-itsbat (peneguhan). Ibnul Qayyim berkata: “Penafian total bukan merupakan tauhid, demikian pula peneguhan semata tanpa penafian. Maka bukanlah tauhid kecuali jika ia mengandung penafian dan peneguhan sekaligus; itulah hakikat tauhid.”

Penafian yang dimaksud di sini ialah menafikan atau mengingkari segala jenis ilah atau sembahan, sedangkan peneguhan yang dimaksud ialah meneguhkan atau mengokohkan bahwa hanya Allah sajalah satu-satunya ilah yang benar. Semua ilah selain Allah dinafikan sebab selain Allah hanyalah merupakan ilah-ilah gadungan. Allah سبحانه و تعالى berfirman:

أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ 

Apakah di samping Allah ada ilah (yang lain)?. Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar". (QS An-Naml 64)

Barangsiapa memenuhi sisi peneguhan (itsbat) saja tanpa memenuhi sisi penafian (nafyu), maka dia bukanlah seorang mukmin. Demikian pula sebaliknya, siapa yang menetapi sisi penafian saja dan mengabaikan sisi peneguhan, maka dia bukan seorang mukmin. Tidaklah seseorang disebut mukmin sejati kecuali dia memenuhi kedua rukun tersebut secara bersamaan; yakni memenuhi rukun itsbat dan nafyu (secara bersamaan) baik dalam segi i’tiqad (keyakinan), perkataan dan perbuatan, yang zhahir maupun yang batin.

Kalimat لا إله (tidak ada ilah) mewakili sisi penafian seorang mukmin terhadap segala bentuk ilah-ilah gadungan yang hadir di dunia. Kemantapan seseorang dalam memaknai sisi ini menyebabkan dirinya memiliki kebebasan dari dominasi siapapun dan apapun dalam hidupnya di dunia yang fana ini.

Sedangkan kalimat إلا الله (kecuali Allah) mewakili sisi peneguhan seorang mukmin bahwa satu-satunya ilah hakiki di dunia ini yang dia puja, puji, cintai, patuhi serta takuti hanyalah Allah سبحانه و تعالى . Seorang mukmin berjuang untuk membangun keterikatan dirinya kepada ilah Yang Satu itu, yakni Allah سبحانه و تعالى .

Jadi, ideologi seorang mukmin adalah ideologi yang sekaligus menghimpun kebebasan dengan keterikatan. Kebebasan dirinya dari segenap ilah gadungan yang menawarkan berbagai nilai-nilai yang bersumber dari selain Allah, terutama dari musuh Allah yakni setan. Dan keterikatan dirinya kepada Allah سبحانه و تعالى dan segenap nilai-nilai yang bersumber dari ilah Yang Satu tersebut. Keterikatan yang menyebabkan dirinya secara otomatis juga terikat kepada Rasulullah Muhammad صلى الله عليه و سلم dan Dienullah Al-Islam. Bukan selain itu..! Maka Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم bersabda:

مَنْ قَالَ رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

"Barangsiapa yang mengatakan; RADHIITU BILLAAHI RABBAN WA BIL-ISLAAMI DIINAN WA BIMUHAMMADIN RASUULAN (Aku ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai dien-ku dan Muhammad sebagai rasul), maka wajib baginya untuk masuk Surga.” (HR Abu Dawud)

Demikianlah ideologi seorang mukmin, atau lebih tepatnya iman serta aqidah seorang mukmin. Segala sesuatu ia pandang dan jalankan berlandaskan pemahaman serta keyakinannya terhadap kalimat Tauhid. Seorang mukmin dengan demikian menjadi manusia yang mengerti hakekat kebebasan yang bertanggung-jawab. Bukan kebebasan mutlak tanpa batas. Sebab pada hakikatnya tidak ada manusia yang benar-benar hidup dengan kebebasan mutlak tanpa batas. Pasti setiap manusia memiliki keterikatan kepada sesuatu, baik diakuinya maupun tidak.

Adapun para pengikut setan (baca: hizbusy-syaithan) berjuang untuk menegakkan freedom (kebebasan) yang terlepas samasekali dari keterikatan apapun. Setidaknya, demikianlah yang mereka serukan. Sehingga jika kita coba analisa falsafah mereka berdasarkan perspektif kalimat Tauhid, maka berarti mereka hanya mau menerima bagian pertama saja dari kalimat Tauhid, yakni لا إله (tidak ada ilah). Dan inilah sesungguhnya sikap para pendukung setan. Mereka tidak mau mengakui adanya ilah apapun dan siapapun yang mendominasi atas dirinya, termasuk ilah yang hakiki, yakni Allah سبحانه و تعالى ..! Mereka adalah kaum kafir atau pengingkar terhadap Allah dan segenap nilai-nilai yang bersumber dari-Nya. Memang, para pengikut setan sesungguhnya mengikuti jejak pemimpin besar mereka yaitu iblis. Allah سبحانه و تعالى berfirman mengenai iblis sebagai berikut:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.” (QS Al-Baqarah 34)

Golongan yang kafir pengikut setan ini merupakan golongan yang hanya ingin kebebasan tanpa kerikatan apapun, terlebih keterikatan kepada Allah سبحانه و تعالى ..! Mereka adalah kaum yang sombong lagi membangkang terhadap Allah Yang Maha Kuasa sebab mereka tidak mau bersusah payah untuk terikat, berkomitmen dan menunjukkan kesetiaan kepada ilah sejati, Allah سبحانه و تعالى .

Tetapi dalam kenyataannya, sebenarnya mereka tetap terikat kepada sesuatu, walaupun mereka tidak mau mengakuinya. Mereka bersikeras mengatakan bahwa mereka hidup dalam kebebasan total, tanpa keterikatan apapun. Namun sejatinya mereka tetap terikat kepada sesuatu. Apakah sesuatu itu? Itulah yang disebut Allah dengan istilah hawa nafsu. Mereka mengikuti hawa nafsu. Mereka terikat dengan hawa nafsu. Bahkan mereka menjadikan hawa nafsu sebagai ilah mereka..!

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَى عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَى سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَى بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ أَفَلا تَذَكَّرُونَ

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (QS Al-Jatsiyah 23)

Jadi, falsafah setan pada akhirnya akan menggiring manusia menuju penghambaan diri kepada selain Allah, yakni dalam hal ini kepada hawa nafsunya sendiri. Ia menjadikan hawa nafsunya sebagai ilah-nya. Ia menolak menjadikan Allah سبحانه و تعالى sebagai ilah, malah ia mengambil ilah lain selain Allah yang ia ikuti, taati dan cintai. Berarti, ia tidak saja kafir kepada Allah سبحانه و تعالى tetapi ia sekaligus menjadi seorang musyrik..! Pantaslah bilamana kondisinya menyebabkan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya..! Wa na’udzubillahi min dzaalika.

Dan semua keterangan di atas menjelaskan kepada kita mengapa ketika icon Ratu Setan berrencana datang ke negeri ini ada sebagian masyarakat (baca: kaum pengikut setan) yang begitu getol menyambutnya bahkan merasa geram, terusik serta kecewa berat menghadapi sebagian masyarakat (baca: kaum beriman insyaAllah) yang menolak kehadiran Ratu Setan tersebut. Kita dapat menduga bahwa para fans Ratu Setan ini sudah sedemikian mengunyah-ngunyah falsafah setan yang disebarluaskannya sehingga sulit bagi mereka untuk dapat menerima masukan apalagi petunjuk yang disampaikan kaum beriman. Allah secara tegas mengatakan: “Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Bila “kebebasan tanpa keterikatan” telah menjadi falsafah bahkan ideologi sekumpulan orang, maka akhirnya mereka akan mempeturutkan hawa nafsu sebagai ilah-nya. Dengan dalih freedom of speech (kebebasan berpendapat) dan freedom of expression (kebebasan mengungkapkan perasaan hati alias memenuhi hawa nafsu) mereka tidak merasa bersalah sama sekali untuk mempersekutukan Allah dengan hawa nafsunya. Bahkan hawa nafsunya lebih dia agungkan daripada Allah سبحانه و تعالى ..! Coba simak ayat-ayat setan yang dilantunkan oleh Ratu Setan tersebut. Salah satu lagu paling populernya adalah yang berjudul Born This Way (Terlahir Seperti Ini). Coba perhatikan nuansa falsafah setan yang dipromosikannya. Di sini kita kutip sebagian saja dari lirik lagu tersebut:
Rejoice and love yourself today
'Cause baby, you were born this way
No matter gay, straight or bi
Lesbian, transgendered life
I'm on the right track, baby
I was born to survive

Artinya:
Bersukacitalah dan cintailah dirimu sendiri pada hari ini
Karena Anda terlahir seperti ini, sayang
Tidak peduli gay, lurus atau bisex
Lesbian atau kehidupan transgender
Aku di jalur yang benar, sayang
Aku terlahir untuk bertahan hidup
Melalui lirik lagu di atas, jelas sekali bahwa artis agen Sistem Dajjal ini memang penyebar falsafah setan sejati. Dia menggiring fans-nya untuk menuduh Allah sebagai penyebab dirinya menjadi seperti itu. Apakah menjadi seorang gay, bisex, lesbi ataupun transgender. Itu bukan masalah, karena memang terlahir seperti itu. Bahkan ia yakin bahwa penyimpangan sexualnya itu merupakan “karunia” dari Tuhan. Na’udzubillahi min dzaalika..! Coba simak bagian lain dari lirik lagu yang sama itu:
I'm beautiful in my way
'Cause God makes no mistakes
I'm on the right track, baby
I was born this way

Artinya:
Aku cantik dengan caraku
Karena Tuhan tidak membuat kesalahan
Aku di jalur yang benar, sayang
Aku terlahir seperti ini
Padahal seorang mukmin yakin bahwa Allah سبحانه و تعالى menciptakan setiap manusia terlahir dalam keadaan fitrah (suci, murni, tanpa dosa). Tidak mungkin Allah melahirkan manusia dengan bawaan sejak lahir untuk menjadi pendosa seperti seorang gay atau lesbian. Ini namanya bersangka-buruk kepada Allah سبحانه و تعالى ..! Ini merupakan sebuah tuduhan keji terhadap Allah سبحانه و تعالى ..! Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم bersabda:

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ 

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah.” (HR Bukhari)

Falsafah setan mengajarkan kebebasan mutlak. Bohong besar bila mereka mengatakan hidupnya tanpa keterikatan kepada apapun, Justeru para pengikut setan membangun keterikatan kepada hawa nafsunya. Hawa nafsunya yang telah ia relakan untuk dikuasai dan disetir oleh kemauan setan terkutuk.

وَمَنْ يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا 

 “Barang siapa yang mengambil setan itu menjadi temannya, maka setan itu adalah teman yang seburuk-buruknya.” (QS An-Nisa 38)

Sumber: Eramuslim
Baca juga: Interferensi Bukan Manusia kepada Manusia