Tampilkan postingan dengan label ghibah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ghibah. Tampilkan semua postingan

21.5.15

Begini Cara Setan Menggoda Manusia

Setan pun menggoda manusia dengan perbuatan bid’ah, sehingga menghindari sunnah.

JABIR bin ‘Abdullah menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Singgasana iblis ada di atas laut. Dia mengirim pasukan tentaranya setiap hari untuk menggoda manusia. Tentaranya yang paling tinggi kedudukannya adalah tentara yang paling lihai menjerumuskan manusia” (HR Ahmad).

Masih dalam hadist riwayat Jabir disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air. Dia mengirim bala tentaranya kepada manusia. Tentara yang paling dekat dengannya adalah tentara yang paling dahsyat memfitnah manusia. Salah seorang tentaranya datang dan melapor, Aku tidak henti-hentinya menguntit si anu. Ketika aku meninggalkannya, ia mengeluarkan perkataan begini dan begitu.’ Iblis berkata, ‘Apa yang engkau lakukan tidak ada apa-apanya.’ Lalu, tentaranya yang lain datang dan melapor, ‘Aku telah menggoda si anu hingga bercerai dengan pasangannya.’ Tentara yang melapor terakhir ini diangkat kedudukannya dan iblis berkata, ‘Engkau hebat”‘ (HR Muslim). Tentara itulah yang terbaik menurut iblis dan berhak mendapat penghargaan.

Ibn Al-Qayyim menyebutkan enam cara yang dilakukan oleh setan dalam menggoda manusia supaya tersesat:
  1. Setan membujuk manusia agar mengingkari Allah atau menyekutukan-Nya. Jika tidak berhasil, dia beralih pada cara yang kedua.
  2. Setan membujuk manusia agar melakukan bid’ah yang sesat. Jika manusia berpegang teguh pada Sunnah, setan beralih pada cara yang ketiga.
  3. Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa besar. Jika manusia terjaga dari dosa besar, setan beralih pada cara yang keempat.
  4. Setan menggoda manusia untuk melakukan dosa-dosa kecil. Jika manusia terhindar dari dosa kecil, misalnya segera bertobat ketika menyadari dosa kecil yang dilakukannya, setan segera beralih pada cara yang kelima.
  5. Setan menggoda manusia dengan perbuatan-perbuatan yang tiada berguna. Manusia dibujuk untuk menghabiskan waktunya dengan perbuatan yang sia-sia sehingga meninggalkan perbuatan yang berguna.
  6. Setan menggoda manusia agar sibuk dengan perkara-perkara yang baik tetapi mengabaikan perkara-perkara yang lebih baik. Contohnya, seseorang disibukkan dengan ibadah-ibadah sunnah tetapi mengabaikan ibadah fardhunya.
Godaan yang keenam sangat halus tetapi bahayanya amat besar. Karena itu, ia harus dicermati. Hal ini bukan berarti bahwa kita sebaiknya meremehkan ibadah-ibadah sunnah dan menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat menghambat kemajuan Islam. Tetapi, hendaklah seseorang melaksanakan agamanya secara total. Kefardhuan clan kesunnahan harus dilakukan secara proporsional. Amalan lahir dan batin harus seimbang. Tidak dapat dibenarkan seseorang memperhatikan ibadah sunnahnya melebihi perhatiannya terhadap ibadah fardhu.

Ibn Qayyim Al Jauziyyah mendahulukan urutan bid’ah daripada urutan dosa besar. Sebab, bid’ah sangat disenangi oleh iblis daripada dosa besar. Sufyan Al-Tsauri berkata, “Perbuatan bid’ah lebih disenangi oleh iblis daripada perbuatan maksiat. Seseorang yang bermaksiat dapat saja berhenti dari maksiatnya. Namun, jika telah terjebak pada perbuatan bid’ah, ia sulit meninggalkannya.”

Terkadang, sebagian orang meyakini perbuatan bid’ah sebagai bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Swt, karena itu mereka yang telah terjerumus ke dalam perbuatan bid’ah. Tidak mau kembali kepada Sunnah.

Tidak ada senjata setan yang lebih ampuh bagi manusia berupa rasa takut miskin. Jika manusia diserang senjata ini, mereka akan enggan menunaikan hak pada orang lain dan menjadi budak hawa nafsu.

CARA-cara lain yang digunakan setan untuk menyesatkan manusia adalah sebagai berikut:

Pertama, melalui pintu marah dan syahwat. Marah menimbulkan kekacauan pikiran. Jika seseorang marah, setan akan mempermainkannya seperti anak kecil yang memainkan bola.

Kedua, melalui pintu hasud dan rakus. Jika seseorang telah tergoda oleh sesuatu, setan akan menghasudnya sehingga ia rakus, lalu setan membutakannya dan menulikannya sehingga ia tak berdaya dan tersesat. Al-Hasan berkata, “Pangkal utama keburukan ada tiga, yaitu rakus, hasud, dan takabur. Takabur telah menghalangi iblis untuk sujud kepada Adam. Rakus telah mengeluarkan Adam dari surga. Sedangkan, hasud memaksa Qabil untuk membunuh Habil”

Ketiga, melalui pintu kekenyangan. Perut yang kenyang –meskipun dengan makanan yang halal– dapat membangkitkan syahwat. Padahal, syahwat adalah senjata setan.

Wuhaib bin Al-Warad berkata, “Suatu saat, iblis pernah menampakkan diri kepada Nabi Yahya bin Zakariya. Iblis berkata, ‘Aku ingin menasihatimu.’ Yahya berkata, ‘Omong kosong engkau akan menasihatiku. Jika mau, ceritakan saja tentang keadaan manusia yang sering kaugoda!’ Iblis berkata, ‘Manusia terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama sangat tangguh untuk digoda, tetapi kami kadang bisa menaklukkannya. Mereka adalah orang-orang yang kami goda dengan dosa-dosa kecil. Ketika menyadari terperosok dosa, mereka segera bertobat kepada Allah. Upaya kami pun sia-sia karena tobat mereka. Ketika kami menggoda lagi, mereka bermaksiat kembali. Namun, ketika menyadari dosa kecilnya, mereka segera bertobat lagi. Kami pun tidak pernah putus asa untuk menaklukkan mereka.

“‘Kelompok kedua adalah mereka yang gampang kami bujuk untuk melakukan dosa. Kami permainkan mereka seperti bola di tangan anak kecil. Kami memutar-balik mereka semau kami. Kami benar-benar telah dapat menggenggam jiwa raga mereka.

Adapun kelompok ketiga adalah orang-orang seperti dirimu. Mereka terjaga dari dosa. Kami tidak mampu sedikit pun menguasai mereka.’ Yahya berkata, ‘Baiklah. Tapi, apakah engkau pernah menggodaku?’ Iblis menjawab, ‘Hanya sekali, ketika engkau sedang makan malam. Aku berupaya membuatmu tergiur untuk menyantap makananmu dengan lahap. Karena kekenyangan, malam itu engkau tertidur pulas dan tidak bangun malam. Padahal, engkau sudah terbiasa bangun malam.’ Yahya berkata, ‘Kalau begitu, aku pastikan bahwa diriku tidak akan pernah kenyang hingga mati.’ Iblis berkata, ‘Aku pastikan juga bahwa tidak akan pernah menasihati manusia setelah ini.”

Keempat, melalui pintu tamak. Jika ketamakan telah merasuki jiwa seseorang, setan akan menjeratnya dengan berbagai kesenangan, lalu ia suka memamerkan diri dan kekayaannya serta menuhankan harta benda.

Kelima, melalui pintu ketergesaan. Ketika seseorang dilanda ketergesaan, setan segera membisiki jiwanya tentang kebaikan tergesa-gesa tanpa ia sadari. Ketergesaan datang dari setan, dan kehati-hatian datang dari Allah.

Keenam, melalui pintu fanatik terhadap satu mazhab atau seorang guru sehingga menimbulkan kedengkian satu pihak terhadap pihak yang lain.

Ketujuh, melalui pintu buruk sangka kepada orang lain. Allah Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak buruk sangka. Sesungguhnya sebagian buruk sangka adalah dosa.” (QS AI-Hujurat [49]: 12).

Kedelapan, melalui pintu kikir dan takut miskin. Sufyan Al-Tsauri berkata, “Tidak ada senjata setan yang lebih ampuh daripada takut miskin. Jika manusia diserang senjata ini, ia akan terjerumus pada kebatilan, enggan menunaikan hak, dan menjadi budak hawa nafsu. Selain itu, ia pun akan buruk sangka kepada Allah.”

Setan selalu menghiasi perbuatan mudharat sehingga manusia memandang seolah-olah perbuatan itu penuh manfaat.

ADA beberapa cara lain yang dilakukan oleh setan untuk menjebak manusia. Pertama, menggiring manusia pada kondisi-kondisi yang dikira olehnya menghasilkan keuntungan, padahal hal itu merupakan sumber kecelakaan. Ketika manusia sudah terjerumus ke dalamnya, setan segera angkat kaki. Allah Swt berfirman, “Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan, “Tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkan kami pada hari ini. Sesungguhnya aku adalah pelindungmu.” Maka, ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri darimu. Aku melihat apa yang kamu sekalian tidak melihatnya. Aku takut kepada Allah.” Allah sangat keras siksa-Nya.” (QS Al-Anfal [8]: 48).

Kedua, menakut-nakuti manusia dengan bala tentara setan supaya mereka patuh kepadanya. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik). Karena itu, janganlah kamu takut kepada mereka. Tapi, takutlah kalian hepada-Ku jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Ali ‘Imran [3]: 175)

Ketiga, menghiasi perbuatan mudharat seolah-olah perbuatan yang penuh manfaat. Manusia mengira bahwa apa yang dilakukan adalah perbuatan paling bermanfaat, padahal ia sangat mudharat. Banyak sekali manusia terjebak oleh rekayasa setan ini. Sering kali setan menampakkan kebatilan dalam bentuk yang menggiurkan, sedangkan kebenaran dibungkus dengan rupa yang menyebalkan. Manusia digoda setan agar mau menyembah berhala dan memutuskan silaturahmi.

Setan menjanjikan kepada mereka bahwa perbuatan itu akan membahagiakannya di surga. Padahal, semua itu adalah kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Setan suka mengelabui orang yang malas beramar makruf nahi mungkar dengan sikap toleran yang harus dipertahankan demi pergaulan yang positif.

Keempat, menganjurkan manusia agar bertindak ekstrem atau gegabah dalam hal agama. Salah seorang ulama salaf berkata, “Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada manusia, melainkan setan berupaya agar ia bertindak ekstrem atau gegabah. Sementara itu, manusia tidak mempedulikan tindakannya.”

Kelima, memutarbalikkan perkataan yang batil, pemikiran yang keliru, dan khayalan-khayalan semu yang merupakan sampah otak, kotoran pikiran, dan buih-buih yang mengotori hati yang gelap dan terbuai. Dengan pemutarbalikan itu, kebatilan dianggap kebenaran, dan kebenaran dianggap kebatilan. Hati dan pikiran kehilangan pegangan dan hanya mengikuti praduga. Keimanan menjadi rapuh seiring dorongan-dorongan untuk mangkir. Tak ada iktikad baik dari orang-orang seperti ini. Mereka telah menipu dengan ucapan-ucapan palsu. Mereka mengabaikan Al-Quran. Mereka berada dalam keraguan yang kronis. Mereka terus-menerus berada dalam kehancuran. Semoga Allah melindungi kita dari keadaan seperti itu.

Setan juga tidak melewatkan untuk menjebak para ahli ibadah dan para ulama. Di antara cara yang dilakukannya adalah menghasut masyarakat agar mau mencium tangan mereka, memuji, menyanjung, meminta berkah, dan lain-lain. Akibatnya, mereka merasa kagum (ujub) terhadap diri mereka sendiri. Jika dikatakan kepada mereka, “Engkau adalah pasak bumi. Karenamulah makhluk terhindar bencana,” hati mereka berbinar dan mengira bahwa perkataan itu benar. Sikap ini merupakan kebinasaan tertinggi.

Jika mereka melihat seorang anggota masyarakat membangkang atau kurang sopan kepada mereka, mereka marah dan menyimpan dendam. Sikap dendam ini tentu lebih busuk daripada kelakuan pendosa besar yang tak mau bertobat.

Al-Hasan berkata, “Tidak sedikit orang yang terkena fitnah akibat sanjungan yang ditujukan kepadanya. Tidak sedikit orang yang tertipu akibat Allah menutupi perbuatan dosa yang dia lakukan.”

Cara lain yang digunakan setan untuk menjebak ulama dan ahli ibadah adalah membisiki mereka untuk memakai pakaian tertentu, berpenampilan khusus, berjalan dengan gaya yang dibuat-buat, mempunyai guru yang lebih istimewa, dan menempuh tarekat yang berbeda dengan orang lain. Setan terus menggoda mereka agar menetapi keadaan seperti itu hingga menjadi tradisi wajib bagi mereka. Mereka pun selalu mengamalkan rutinitas itu dan mencela orang yang mengabaikannya.

Upaya lain yang dilakukan setan untuk menjebak para ulama dan ahli ibadah adalah mengembuskan kewas-wasan pada hati mereka. Mereka didera kewas-wasan dalam hal bersuci, shalat, dan pada saat berniat. Akibatnya, mereka menjadi ekstrem dan berlebihan. Dengan cara demikian, setan dapat menyeret mereka untuk menjauh dari Sunnah Rasulullah. Setan berbisik kepada mereka bahwa apa yang mereka lakukan sesuai dengan Sunnah.

Lebih dari itu, setan juga mencari celah untuk menjebak mereka pada amalan yang jauh dari pahala. Mereka mengira bahwa wudhu dan shalat mereka sudah sesuai dengan praktik Rasulullah, padahal jauh dari kesempurnaan.*

Dipetik dari tulisan Sa’ad Yusuf Abu ‘Azis dari bukunya,Azab-azab yang Disegerakan di Dunia”.

4.2.13

(Al Islam) di MEDIA

Terkhusus di Televisi...
"...hancur!"

Pemberitaan yang Masif tentang "Perang Melawan Terror Islam!"

Dan Juga di Media Penipu...
...sekuler!

Bisa Terbalik...
"Kasus" Vo***is Noah versus Aa G**



►Alhamdulillaah... Inilah Obat!

Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar (melihat) dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (Q3.186)


Jejak lain...

Jika datang pagi hari, Iblis menyebar para tentaranya ke muka bumi lalu berkata, “Siapa di antara kalian yang menyesatkan seorang muslim akan aku kenakan mahkota di kepalanya.” Salah satu tentaranya menghadap dan berkata, “Aku terus menggoda si fulan hingga mau menceraikan istrinya.” Iblis berkata: “Ah, bisa jadi dia akan menikah lagi.” Tentara yang lain menghadap dan berkata: “Aku terus menggoda si fulan hingga ia mau berzina.” Iblis berkata: “Ya, kamu (yang mendapat mahkota)!” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1280)

2.6.12

Talbis Iblis

Perangkap Iblis

Judul: Talbis Iblis
Penulis: Ibnul Jauzi
Penerbit: Pustaka Al Kautsar

Buku ini, yang judul Arabnya TALBIS IBLIS, merupakan salah satu buku warisan peninggalan semenjak abad ke-5 Hijriyah, yang bisa diibaratkan pundi-pundi yang berisi permata bernilai tinggi, hasil goresan tangan ulama ternama, Ibnul Jauzy Al-Baghdady.

Buku ini cukup ternama. Hal ini tidak bisa dipungkiri, sekalipun mungkin hanya sebatas di pendengaran dan sekalipun di kalangan ulama sendiri.

Kalau boleh diibaratkan obat, maka buku ini termasuk obat yang pahit rasanya, tapi sangat manjur khasiatnya. Tidak ada satupun kelompok umat yang lolos dari sasaran perhatian penulis. Yang sakit diobati agar sembuh dan yang sehat dihimbau agar menjaga kesehatannya, sehingga semua umat Islam tidak terasuki berbagai macam virus yang disisipkan Iblis dan para pengikutnya yaitu Setan dari jenis jin dan manusia, sebab dalam menggoda manusia, Iblis tidak pandang bulu, apakah dia ulama atau orang awam, kiai atau santri, qori atau mustami, ahli ibadah atau orang yang mengamalkan Islam ala kadarnya. Inilah yang hendak ditekankan penulis, agar setiap muslim mawas diri dari perangkap setan, dengan berbagai macam kiatnya...

Sebagian dari buku Talbiis Ibliis ini membahas tentang:

Celaan terhadap bid'ah dan ahli bid'ah, tipu daya Iblis dalam masalah akidah (keyakinan), tipu daya Iblis terhadap orang-orang sufi, tipu daya Iblis terhadap orang-orang yang mengaku mendapat karamah dan tipu daya Iblis terhadap manusia secara umum berupa panjang angan-angan (yang muluk-muluk)!


Highlight
  • Tidak seorangpun yang luput..!
  • Iblis berkata kepada Rabbnya, "Dengan keagungan dan kebesaran-Mu, aku tidak akan berhenti menyesatkan bani Adam selama mereka masih bernyawa." Lalu Allah berfirman, "Dengan keagungan dan kebesaran-Ku, Aku tidak akan berhenti mengampuni mereka selama mereka meminta ampun (beristighfar, bertaubat)" (HR Ahmad). 
  • "Dia (Allah) ingin menjadikan godaan yang ditimbulkan syetan itu sebagai cobaan bagi orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit dan orang yang berhati keras. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwa (al-Quran) itu adalah benar dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Dan sungguh, Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus." (Al-Hajj 53-54)
  • Kelemahan Iblis?
    1. Tidak berdaya terhadap orang yang ikhlash (Al-Hijr 39-40)
    2. Menyingkir dari orang yang selalu berpegang teguh dengan pengajaran Allah (Al Quran & As Sunnah). (Az-Zukhruf 36)
    3. Takut menghadapi orang yang berilmu (HR At-Turmudzi)
    4. Lari dari rumah yang dibacakan Surat Al-Baqarah (HR Bukhari)
    5. Lari dari suara adzan (HR Muslim)
    6. Menangis dan pergi ketika melihat orang yang bersujud kepada Allah (HR Muslim)
    7. ...
  • "Sungguh, syaitan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal pada Allah. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah" (An-Nahl 99-100)  
  • Ikhlash & tawakkal adalah senjata dan jalan keluar! 
  • "Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah" (An Nisaa' 76) 
__ooOoo__ 


Buku yang sebaiknya (juga) Anda tahu...


24.8.11

...No TV! ...No Television!

KURANGI NONTON TV atau TIDAK NONTON TV SAMA SEKALI!!!


Ya! benar, Televisi sama halnya dengan sebilah pisau dapur yang kegunaan atau manfa'atnya tergantung dari sisi mana kita memanfa'atkannya... Tapi kalau saya lihat (mudah-mudahan salah, mudah-mudahan salah, mudah-mudahan salah dan kalau pun ada, mudah-mudahan hanya sedikit!), mereka yang bergelut di dunia broadcasting yang satu ini  hanya peduli pada uang, uang dan uang! Di luar itu mereka hanya dimanfa'atkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dalam upaya mengawal dan menjaga pengaruh dan eksistensi-nya. Hanya sebagian kecil saja yang peduli pada hal-hal yang di luar itu.

"Atur aja deh..!"
"Untuk berita dunia udah aja pake yang ini... dan yang terpenting mereka jangan sampai tahu kondisi kita yang sebenarnya..!"

He who controls the media, controls the world
Scrolling Text...
Internasional (TimTeng kali?): Tentara Israel di perbatasan Gaza kembali diserang pejuang Palestina •  Pejuang Taliban yang berhasil meloloskan diri diduga bersembunyi di Pakistan • Pemimpin Libya akhirnya tewas mengenaskan • Penguasa Suriah menembaki para demonstran • Iran diancam diboikot karena tetap mengembangkan teknologi nuklirnya • Bom bunuh diri mengguncang Irak • Ustadz Abu diduga terkait Jaringan Teroris Al Qaeda • Peringatan Bom Bali seri-2 berlangsung hidmat • Densus-88 berhasil menembak mati Mustofa yang diduga akan... • Islam kacau... islam rusuh... islam teroris... islam jelek... islam jahat...  • Next: Dunia (Sepak) BOLA...

NATAS (dibalik: SATAN!)
Kita dicekoki dengan informasi/berita tentang Islam dari sudut pandang dan hawa nafsu 'mereka' saja. Sehingga dengan tidak sadar kita menerima begitu saja label teroris, kekerasan & kebodohan yang ditujukan terhadap Islam, yang akhirnya kita secara tidak sadar membenarkannya & akhirnya bersikap cuex, merasa asing, tidak tahu & tidak mau tahu serta jauh dengan agamanya sendiri. dst... dst... terlupakan... terlupakan!!!

Bener nggak sih? Kalau saya peduli apa ya?


Highlight
  • ..."Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).“ (Q7. 16-17)
  • "...seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis... (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi) 
  • QS Al 'Ashr 1-3 dan "Seseorang di antara kalian tidak (dikatakan) beriman sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri." (HR Bukhari & Muslim) 
  • Tanya? (Jawab): Berapa persentase acara keagamaan untuk mayoritas pemirsa TV? (Karena mayoritas pemirsa TV di Indonesia adalah muslim & karena mayoritas pengelola TV adalah "mereka")
  • Anak, Televisi, dan Buku
  • Adab Berucap dan 4 Racun Hati